Para peserta Muscab II DPC APBMI Kuala Samboja di Balikpapan, mengabadikan momen bersama stakeholder.
Digitalisasi Pelabuhan di Depan Mata, APBMI Kaltim Minta Pengurus Baru Kuala Samboja Perkuat Kompetensi
BALIKPAPAN – Tantangan digitalisasi di sektor pelabuhan menjadi perhatian serius Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Asosiasi Pengusaha Bongkar Muat Indonesia alias APBMI Kalimantan Timur.
Ketua DPW APBMI Kaltim, Syamsudin Murais menilai, perubahan ini menuntut kesiapan organisasi, terutama di tingkat cabang, agar mampu beradaptasi dengan cepat.
Penegasan itu disampaikannya dalam Musyawarah Cabang (Muscab) II DPC APBMI Kuala Samboja yang digelar di Convention Hall Platinum Hotel Balikpapan, Senin, 20 April, 2026.
Kegiatan ini dihadiri berbagai pemangku kepentingan, mulai dari unsur pemerintah, asosiasi, hingga pelaku usaha. Namun, perhatian utama tertuju pada arahan dari DPW APBMI Kaltim sebagai pembina organisasi di daerah.
Dalam arahannya, Syamsudin Murais menegaskan pentingnya percepatan konsolidasi organisasi pasca pemilihan ketua.
“Siapapun ketua terpilih minimal harus sesegera mungkin membentuk kepengurusan supaya bisa segera menyusun agenda-agenda kerja DPC,” tegasnya.
Menurutnya, APBMI ke depan akan dihadapkan pada tantangan yang semakin kompleks, terutama di sektor pelabuhan yang terus berkembang.
“Sekarang ini banyak tantangan, mulai dari mekanisasi, digitalisasi maupun yang lain,” ujarnya.
Karena itu, DPW APBMI Kaltim mendorong peningkatan profesionalisme serta penguatan sinergi dengan mitra dan pembina di sektor maritim. Ia juga menekankan pentingnya pemahaman terhadap regulasi baru kepada seluruh anggota agar dapat diimplementasikan dengan baik.
Selain itu, Syamsudin berharap kepengurusan baru dapat lebih aktif dan solid dalam menjalankan roda organisasi. Ia juga memberikan apresiasi atas pelaksanaan Muscab yang berjalan lancar.
“Kami berharap ke depan pengurus lebih aktif, bersinergi, dan kegiatan ini berjalan sukses,” tuturnya.
Di lokasi yang sama, Ketua DPC APBMI Kuala Samboja, Loies Subowo Saminanto, menjelaskan bahwa Muscab II digelar untuk menghindari kekosongan kepemimpinan sekaligus menyesuaikan dengan perubahan regulasi dan perkembangan sektor usaha. Ia juga memaparkan perkembangan APBMI yang mulai aktif sejak 2019 dan kini didominasi pelaku usaha lokal.
Sekretaris Umum DPP APBMI, Albretus JD Korompis, memberikan apresiasi atas pelaksanaan Muscab serta menekankan pentingnya orientasi kepemimpinan kepada anggota.
“Ketua yang terpilih harus mencurahkan pikiran dan tenaga untuk kepentingan para anggota. Kepentingan anggota harus menjadi yang utama,” ujarnya.
Di sisi lain, Sekretaris DPD GPEI Kaltim, Hasrun Jaya, menekankan pentingnya efisiensi logistik untuk meningkatkan daya saing ekspor daerah. Ia berharap ke depan wilayah seperti Kuala Samboja dapat melakukan ekspor langsung tanpa harus bergantung pada kota besar.
Selanjutnya, Kepala Balai Karantina Kesehatan Balikpapan, Bangun Cahyo Utomo, menekankan pentingnya pengawasan kesehatan di kawasan pelabuhan sebagai pintu gerbang mobilitas barang dan manusia.
Dari unsur pemerintah daerah, Lusy Aulia Sihombing menegaskan pentingnya peningkatan kompetensi sumber daya manusia serta penguatan koordinasi lintas sektor, seiring dengan adanya sejumlah regulasi baru di sektor kepelabuhanan.
Melalui Muscab II ini, diharapkan lahir kepengurusan yang solid dan mampu memperkuat peran APBMI dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya di sektor kepelabuhanan dan logistik di Kaltim.
Ketua Panitia Muscab II DPC APBMI Kuala Samboja, Arifin menyampaikan, kegiatan ini terselenggara berkat dukungan berbagai pihak. Persiapan Muscab telah dilakukan dengan matang melalui pembentukan tim perumus guna memastikan pelaksanaan berjalan sesuai dengan ketentuan organisasi. (*)
Dumeg Media Center
21 Apr 2026