Pexels.com
Digitalisasi Pelabuhan untuk PBM, Pengertian dan Manfaatnya
Di tengah tuntutan efisiensi logistik, cara kerja yang serba manual dapat membuang waktu dan menambah biaya operasional. Digitalisasi pelabuhan menjadi salah satu kunci untuk mempercepat layanan, menekan risiko kesalahan, dan membuat aktivitas Perusahaan Bongkar Muat (PBM) lebih transparan.
Apa itu Digitalisasi Pelabuhan?
Digitalisasi pelabuhan adalah pemanfaatan teknologi untuk mengelola informasi, dokumen, transaksi, dan aktivitas operasional secara elektronik melalui aplikasi atau perangkat digital.
Bagi PBM, digitalisasi pelabuhan dapat membantu pencatatan pergerakan barang, pengaturan tenaga kerja dan peralatan, hingga pemantauan kegiatan bongkar muat. Dengan begitu, catatan operasional lebih mudah diperiksa ketika dibutuhkan.
Bagaimana Teknologi Membantu Proses Bongkar Muat?
Salah satu teknologi yang umum digunakan adalah Terminal Operating System (TOS), yaitu sistem untuk mengelola kegiatan operasional terminal, termasuk jadwal dan pergerakan muatan. Data yang terintegrasi membantu koordinasi antarbagian, sehingga risiko keterlambatan akibat informasi yang tidak sinkron dapat dikurangi.
Contoh penerapannya ada di Terminal Peti Kemas Palembang, Pelabuhan Boom Baru. Digitalisasi layanan di terminal ini mencakup TPS Online, sistem auto tally, TOS-OPUS, auto gate system, dan new billing system.
Layanan elektronik seperti e-registration, e-booking, e-tracking, dan e-payment juga memudahkan pengguna jasa melakukan pendaftaran, pemesanan layanan, pelacakan peti kemas, dan pembayaran secara daring.
Digitalisasi Mendorong Layanan Lebih Transparan
Digitalisasi juga membuat transaksi lebih transparan. PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo menerapkan gerbang otomatis (autogate) di sejumlah pelabuhan dengan mengubah pembayaran tunai menjadi nontunai, sehingga pencatatan transaksi lebih mudah dipantau.
Di Pelabuhan Panjang, penerapan Single Truck Identification Data (STID) membantu menertibkan kendaraan yang beroperasi di kawasan pelabuhan. Pelindo juga menyediakan whistleblowing system sebagai saluran pelaporan dugaan pelanggaran.
Manfaat Digitalisasi bagi PBM
Bagi PBM, digitalisasi membuka peluang untuk mengurangi pekerjaan administratif berulang, memperbaiki koordinasi, dan memantau penggunaan tenaga kerja maupun peralatan. Data operasional juga dapat digunakan untuk mengidentifikasi sumber keterlambatan dan merencanakan kebutuhan berikutnya.
Namun, penerapan teknologi perlu diikuti pelatihan pekerja, pencatatan data yang konsisten, serta perlindungan informasi.
Dengan dukungan tersebut, digitalisasi pelabuhan dapat membantu PBM meningkatkan produktivitas sekaligus membangun layanan bongkar muat yang lebih efisien dan transparan. (*)
Pranala
Sumber-sumber di atas merupakan referensi yang digunakan dalam penulisan berita ini.
Dumeg Media Center
23 Oct 2026