APBMI Kaltim Mulai Transformasi Digital Bongkar Muat, Ini Langkahnya

Credit: pexels.com

Daerah

APBMI Kaltim Mulai Transformasi Digital Bongkar Muat, Ini Langkahnya

SAMARINDA – Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) Kalimantan Timur menilai bahwa transformasi digital menjadi kebutuhan yang tidak dapat dihindari oleh perusahaan bongkar muat. Terlebih di tengah pesatnya perkembangan logistik dan perdagangan internasional yang menuntut kecepatan, transparansi, dan akurasi data.

Ketua DPW APBMI Kalimantan Timur, Syamsudin Murais mengatakan, digitalisasi tetap diperlukan untuk meningkatkan transparansi dan kecepatan penyampaian informasi. Hal ini, menurutnya bisa berdampak pada seluruh pekerjaan bongkar muat.

“Sebenarnya kalau perusahaan bongkar muat tidak terkait langsung dengan ekspornya. Tentunya yang kami siapkan terkait itu real-time hasil kerja kami seperti apa. Jadi semua pihak yang terkait bisa mengetahui progres kerja kami,” ujarnya.

Di sisi lain, APBMI Kaltim saat ini masih disibukkan dengan berbagai agenda organisasi, mulai dari pembahasan evaluasi tarif hingga persiapan musyawarah nasional.

Selain itu, pihaknya juga berencana melakukan kunjungan ke sejumlah daerah di Kalimantan Timur untuk menjalin komunikasi dengan anggota di tingkat kabupaten dan kota.

Terkait digitalisasi, Syamsudin memastikan seluruh anggota akan didorong untuk mengikuti perubahan yang sedang berlangsung, termasuk perusahaan dengan skala usaha yang lebih kecil.

Langkah awal yang dilakukan adalah mengubah sistem dokumentasi pekerjaan dan pelaporan progres yang selama ini masih banyak dilakukan secara manual.

“Selama ini kan manual ya. Cukup dengan WA dan lain-lain. Jadi kami akan membuat arahnya digitalisasi, menyesuaikan perkembangan yang ada. Langsung kami merangkul sama anggota ke arah sana,” ujarnya.

Ia menegaskan, perkembangan teknologi menuntut seluruh pelaku usaha bongkar muat untuk beradaptasi agar tetap relevan dan mampu mengikuti kebutuhan industri logistik yang terus berkembang. (*)