Credit: pexels.com
Apa Itu Lift On Lift Off (LOLO) Container?
Pernahkah Anda melihat peti kemas diangkat menggunakan crane dari kapal ke dermaga atau dari lapangan penumpukan ke atas truk? Proses tersebut dikenal sebagai Lift On Lift Off atau LOLO, salah satu metode yang paling umum digunakan dalam kegiatan bongkar muat peti kemas.
Dalam dunia logistik dan kepelabuhanan, LOLO (Lift On Lift Off) adalah metode pemindahan kargo menggunakan alat angkat seperti crane. Istilah lift on mengacu pada proses mengangkat peti kemas dan meletakkannya ke atas moda transportasi seperti truk atau kapal. Sementara lift off adalah proses menurunkan peti kemas dari moda transportasi ke area penumpukan atau tujuan lainnya.
Metode LOLO sepenuhnya mengandalkan peralatan pengangkat seperti ship-to-shore crane, mobile crane, atau crane yang tersedia di kapal.
Cara Kerja dan Keunggulan Sistem LOLO Container
Pada praktiknya, peti kemas diangkat menggunakan crane dari kapal menuju dermaga, kemudian dipindahkan ke container yard atau langsung ke atas truk. Sistem ini banyak digunakan untuk pengiriman peti kemas standar, reefer container (kontainer berpendingin), hingga muatan berukuran besar seperti mesin industri dan peralatan konstruksi.
Salah satu keunggulan utama LOLO adalah efisiensi ruang karena tidak memerlukan jalur kendaraan atau ramp khusus, kapasitas muatan kapal dapat dimaksimalkan. Selain itu, metode ini juga lebih fleksibel karena dapat digunakan pada berbagai jenis kapal peti kemas dan dapat diterapkan di banyak pelabuhan yang memiliki fasilitas crane untuk kegiatan bongkar muat.
LOLO juga dinilai lebih hemat dalam penggunaan bahan bakar karena proses perpindahan kargo tidak mengandalkan kendaraan yang bergerak naik dan turun kapal. Namun, metode ini memiliki tantangan tersendiri. Waktu bongkar muat umumnya lebih lama dan sangat bergantung pada ketersediaan crane serta fasilitas pelabuhan yang memadai.
Penerapan LOLO dalam Kegiatan Logistik
Metode LOLO banyak digunakan dalam pengiriman kargo laut, terutama pada kapal peti kemas dan kapal kargo konvensional. Di pelabuhan, crane berperan penting dalam memindahkan peti kemas dari kapal ke truk atau kereta api sebelum didistribusikan ke tujuan akhir.
Selain itu, LOLO juga menjadi bagian penting dalam sistem transportasi multimoda karena memungkinkan peti kemas berpindah antar moda transportasi tanpa perlu membongkar isi di dalamnya. Metode ini juga sering digunakan untuk mengangkut muatan berat atau berdimensi besar yang sulit dipindahkan menggunakan sistem lain.
Di daerah yang belum memiliki fasilitas RO-RO (Roll-on/Roll-off), LOLO bahkan menjadi solusi utama untuk mendukung distribusi barang. Karena itu, pemahaman mengenai sistem ini penting bagi pelaku logistik, pemilik barang, maupun masyarakat yang ingin mengenal lebih jauh proses bongkar muat di pelabuhan.
Pranala
Sumber-sumber di atas merupakan referensi yang digunakan dalam penulisan berita ini.
Dumeg Media Center
31 Aug 2026